Pusat Pertokoan Bireuen kini resmi menerapkan sistem e-parkir berbasis non-tunai guna menata kerapian parkir dan mencegah kebocoran retribusi daerah. Petugas dinas perhubungan membekali para juru parkir resmi dengan mesin transaksi elektronik genggam untuk mencetak karcis otomatis. Langkah modernisasi ini bertujuan menciptakan transparansi pendapatan daerah serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berbelanja kebutuhan. Kendaraan yang parkir tercatat secara digital berdasarkan durasi waktu dan plat nomor kendaraan secara akurat.
Petugas dinas perhubungan mendampingi para juru parkir lokal dalam mengoperasikan alat pembaca kartu elektronik di sepanjang jalan pertokoan. Pushat Pertokoan yang selalu dipadati kendaraan roda dua dan roda empat kini terlihat lebih tertib dan teratur rapi. Pengendara cukup menempelkan kartu uang elektronik atau memindai kode digital untuk membayar biaya parkir secara cepat. Penerapan teknologi ini menghapus praktik pemungutan tarif parkir liar yang selama ini dikeluhkan warga Bireuen.
Masyarakat pembeli dan pemilik toko menyambut baik inovasi pelayanan parkir digital yang diterapkan di kawasan niaga utama Bireuen ini. Pusat Pertokoan menjadi lebih bersih dari jukir liar, serta kepastian tarif parkir membuat warga merasa tenang saat meninggalkan kendaraan mereka. Pendapatan asli daerah dari sektor retribusi parkir melonjak tajam setelah sistem pembayaran elektronik ini difungsikan secara penuh. Keberhasilan program digitalisasi ini menjadi kebanggaan warga Bireuen.
Kepala dinas perhubungan Bireuen menegaskan bahwa penerapan sistem e-parkir merupakan bagian dari transformasi Bireuen menjadi kota pintar yang modern. Pemerintah daerah rutin menggelar evaluasi harian guna memastikan jaringan internet dan mesin e-parkir berfungsi tanpa kendala teknis. Petugas lapangan tidak segan menindak oknum yang nekat melakukan pemungutan parkir secara manual tanpa karcis elektronik resmi. Ketertiban kawasan niaga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara nyata.
Sistem parkir berbasis digital ini akan diperluas jangkauannya ke seluruh pusat keramaian dan pasar tradisional di Kabupaten Bireuen. Dinas perhubungan terus mensosialisasikan tata cara pembayaran non-tunai kepada masyarakat luas agar adaptasi teknologi berjalan lancar. Sinergi antara pemerintah daerah, juru parkir, dan masyarakat pengguna jalan menciptakan penataan kota yang tertib, transparan, dan teratur. Bireuen terus melangkah maju menjadi pusat niaga yang modern.