Aparat kepolisian berhasil menghentikan aksi kejahatan yang menyasar para calon penumpang angkutan darat yang hendak melakukan perjalanan jauh menuju luar daerah. Petugas melakukan penangkapan terhadap jaringan penipuan tiket bus yang menjual dokumen perjalanan palsu dengan harga relatif mahal kepada warga di area terminal bus kota. Pengungkapan kasus penipuan ini berawal dari laporan calon penumpang yang gagal berangkat karena nomor kursi yang tertera di dokumen perjalanan mereka ternyata tidak terdaftar dalam manifesto armada.
Dalam menjalankan modus kejahatan ini, komplotan tiket bus tidak sah tersebut mendatangi calon penumpang yang tampak bingung di kawasan ruang tunggu terminal dengan menawarkan keberangkatan cepat tanpa perlu mengantre di loket resmi. Mereka menyerahkan cetakan dokumen perjalanan buatan sendiri setelah menerima uang pembayaran tunai dari para korban yang lugu. Setelah mendapatkan uang, para pelaku langsung menghilang meninggalkan korban yang baru menyadari telah ditipu saat hendak naik ke atas armada bus angkaskan.
Peringkusan komplotan penipu tiket bus ini dilakukan oleh tim penyidik berpakaian preman yang melakukan pemantauan ketat di sekitar area hall kedatangan terminal angkutan darat. Polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang sedang melancarkan aksinya beserta barang bukti belasan lembar tiket buatan mandiri dan uang tunai hasil kejahatan. Seluruh tersangka kini ditahan di markas kepolisian setempat dan diancam dengan pasal penipuan yang mengancam sanksi hukuman penjara cukup berat.
Pihak dinas perhubungan dan kepolisian mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk selalu membeli tiket perjalanan angkutan umum langsung melalui loket resmi terminal atau aplikasi pemesanan terpercaya. Warga diminta untuk tidak mudah percaya kepada tawaran jasa dari perantara tidak dikenal yang berkeliaran di luar area loket resmi penjualan tiket. Kehadiran pos pengaduan masyarakat di dalam area terminal diperbanyak guna memberikan bantuan cepat bagi penumpang yang menemui kendala.
Dengan ditangkapnya komplotan penipu tiket ini, ketertiban dan rasa aman para calon penumpang angkutan bus antarprovinsi di area terminal kota kembali terjamin dengan baik. Pengelola terminal akan terus memperketat pengawasan dan menertipkan orang-orang yang tidak memiliki kepentingan resmi di dalam kawasan ruang tunggu penumpang. Pelayanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan transparan akan selalu menjadi prioritas utama demi kepuasan warga masyarakat.